Mendidik Anak dalam Kandungan

Assalamu’alaikum Wr Wb

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga, ada yang ingin saya tanyakan terkait dengan pendidikan anak dalam kandungan. Apakah ada?

Saya sering mendengar bahwa mendidik anak itu tidak hanya dimulai saat anak sudah dilahirkan. Jika ada, seperti apa misalnya. Mohon penjelasan. Jazakillah.

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

Ibu BN.


Wa’alaikumussalam Wr Wb.

Ibu BN yang baik…

Memiliki anak shalih-shalihah adalah harapan semua orang tua.

Islam telah memberikan seperangkat aturan terkait dengan semua aspek kehidupan. Tak hanya terkait dengan persoalan ibadah ritual saja, tapi juga tentang pendidikan anak. Menjadi tugas utama para orang tua untuk mengarahkan, membimbing, mengembangkan potensi dan fitrah anak yang sudah dibawa sejak lahir.

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Ibu BN yang baik…

Dalam Islam, pendidikan tidak hanya dilakukan setelah anak lahir bahkan jauh sebelum itu.

Islam telah memberikan rambu-rambunya, yakni sejak seseorang memilih pasangan. Ini menunjukkan begitu pentingnya menyiapkan keturunan yang shalih dan shalihah sebagai generasi penerus masa depan.

Dari berbagai penelitian, pendidikan sudah bisa dimulai saat anak masih dalam kandungan. Meski baru sebatas pendidikan tidak langsung, melalui ibu yang mengandung. Banyak hal bisa ibu lakukan, di antaranya selalu menjaga kesehatan diri dan bayi dalam kandungan, membiasakan berperilaku yang baik, menjaga emosinya dan lain sebagainya.

Ibu BN yang baik….

Ada beberapa tahapan kehidupan saat anak masih dalam kandungan. Seperti yang telah Allah SWT gambarkan di dalam Al-Qur’an. Bermula dari saripati yang berasal dari tanah, Allah ciptakan kehidupan. Terbentuknya segumpal daging, kemudian Allah SWT tiupkan ruh kepadanya.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن سُلَالَةٍ مِّن طِينٍ
ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَاماً فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْماً ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقاً آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

 

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik..💗”. (QS. Al-Mukminun: 12-14)

Ibu BN yang baik…

Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan ibu dalam mendidik anak dalam kandungan di antaranya:
  • Selalu berdo’a memohon kepada Allah, agar diberi keturunan yang shalih dan shalihah
  • Juga, harus terus membiasakan diri dengan melakukan amalan baik. Ibadah mahdhah maupun bukan mahdhah.
  • Membiasakan membaca Al-Qur’an, dan menghafalnya.
  • Ingatlah Allah dalam segala keadaan.
  • Sering-seringlah mengajak janin dalam kandungan berkomunikasi secara intensif.
    Libatkan seluruh anggota keluarga.

Anak yang menerima stimulasi, baik sejak dalam kandungan, insyaAllah kelak akan memiliki kemampuan visual, pendengaran dan ketrampilan berbahasa, serta motorik yang lebih baik.

Para pakar pendidikan anak menyarankan, ibu hamil bercakap-cakap dengan janin sesering mungkin sambil memberi rangsang sentuhan.

Selain hubungan dengan janin terjalin lebih erat, aktivitas ini juga akan merangsang perkembangan otaknya.

Ibu BN yang baik…

Saat anak dalam kandungan, otak janin mengalami perkembangan pesat.

Jalinan hubungan antar sel otak pun terbentuk yang akan membentuk suara rangkaian fungsi-fungsi.

Kualitas dan kompleksitas rangkaian hubungan di antara sel-sel otak, dapat distimulasi oleh rangsangan yang diberikan, juga asupan makanan bernutrisi halal dan thayib.

Lakukan stimulasi dengan kadar yang pas, tidak berlebihan.

Asah kepekaan anak, dengan memperhatikan waktu, durasi, dan intensitas saat memberikan stimulasi.

Lakukan ketika Ibu sedang rileks, janin dalam keadaan aktif, kurang-lebih 10-15 menit.

Semoga anak-anak Ibu menjadi anak yang shalih dan shalihah. []

Aamiin.

Sumber: MU Edisi 254. Base title: “Pendidikan Anak dalam Kandungan”, Oleh: Dra (Psi) Zulia Ilmawati.